KARYAWAN ADALAH ASSET PERUSAHAAN - Out Of Retail

Senin, 06 Januari 2014
KARYAWAN ADALAH ASSET PERUSAHAAN

Sering kali kita mendengarkan "slogan" atau bisa kita sebut sebagai " direction" bahwa karyawan adalah asset perusahaan yang sangat penting. Banyak yang dengan lugas menyampaikan hal ini kepada setiap karyawan yang di pimpin tanpa mempertibangkan arti kata dari asset perusahaan.

Penjelasan sederhana pernah di sampaikan oleh seorang CEO kepada saya, bahwa penggunaan kalimat tersebut cukup riskan untuk di sampaikan.
Jika karyawan di padankan dengan asset perusahaan, maka bisa di klasifikasikan menjadi 3 (tiga) kelompok asset


  1. Liquid asset, yang artinya karyawan tersebut memang dibutuhkan oleh perusahaan dan di tempatkan pada posisi yang sesuai dengan kemampuannya --> karyawan yang masuk kategori ini mungkin masih merasa aman untuk tetap berkarir di perusahaan tersebut
  2. Idle asset, kayawan tersebut memang mempunyai kemampuan atau skill yang bagus, tetapi perusahaan masih belum memberikan sebuah tanggungjawab atas suatu pekerjaan yang sesuai kemampuannya tersebut --> karyawan dalam kategori ini, juga harus hati-hati, kejenuhan bisa hinggap dalam diri karyawan tsb karena belum atau tidak mempunyai tanggungjawab yang jelas atau karena sesuatu hal walau kemampuannya sesuai dengan kebutuhan perusahaan tapi posisi yang sesuai mungkin sudah terisi oleh karyawan dengan kemampuan yang sama, bukan tidak mungkin akan bergerak menjadi broken asset
  3. Broken asset, bisa kita artikan adalah karyawan2 yang memang sudah tidak dibutuhkan oleh perusahaan baik karena kemampuannya yang sudah ketinggalan atau karena kapasitas, karakter, dll yang sudah tidak sesuai dengan kebutuhan perusahaan. --> karyawan dalam kategori ini akan sangat berbahaya, karena setiap saat perusahaan bisa melakukan tindakan yang akan berdampak negatif kepada karyawan tersebut.

Berada dalam kategori asset yang mana anda saat ini ..... 


Selamat belajar

SATU ITU TIDAK CUKUP MENARIK, LEBIH DARI SATU INDAH SEKALI

Selasa, 03 Desember 2013
APOTIK MITRA SANA & TOKO BUKU INTERMEDIA
(Catatan : Sebuah Pengamatan)

Jika ada bertempat tinggal di seputaran Kodya Bekasi & Kabupaten Bekasi dan anda sering keliling ke beberapa tempat baik karena ada keperluan atau sekedar mencari tempat makan, maka coba anda perhatikan di beberapa tempat anda akan menemui kedua jenis usaha tersebut yaitu Apotik mitra sena & Toko Buku Intermedia

Mengamati pertumbuhan usaha kedua retailer tsb maka komentar saya adalah :
"Satu itu tidak cukup menarik, Lebih dari satu itu indah sekali"

Dalam bisnis retail baik retail consumers goods atau Jasa atau Jenis retail lainnya, maka yang perlu dipahami :

  • Bisnis retail apa, yang punya 1 (satu) toko cukup
  • Bisnis retail apa, yang kalau hanya punya 1 (satu) toko, maka menjadi tidak menarik
  • Bagaimana resiko bisnis yang terjadi atas kedua pilihan di atas. tentunya masih significant berlaku bahwa : semakin tinggi expektasi keuntungan (profit), maka resiko akan mengikuti juga


Tabel



Langkah pertama adalah belajar meng identifikasikan atau mengelompokan : jenis usaha apa & masuk kotak yang mana.

  1. Kelompok high margin & high turn over misalnya - usaha restoran seperti Mc D, KFC dll
  2. Kelompok high turn over & low margin - misalnya mini market indomaret, alfamart dll
  3. Kelompok low turn over & high margin misalnya - toko pakaian, toko perhiasan dll
  4. Kelompok low turn over & low margin - usaha gagal
Jika kita perhatikan maka, secara sederhana kita bisa mempelajari bahwa :

  • Jika kelompok no. 1 & 3 yaitu " High turn over & high margin" & " Low turn over & high margin" , maka punya satu toko saja sudah cukup menarik. Kenapa? karena punya satu toko saja, perputaran penjualannya tinggi & untungnya besar. Kelompok ini relatif membutuhkan modal kerja yang cukup tinggi.
  • Kelompok no 2 yaitu " High turn over & low margin" maka jika punya satu toko saja, menjadi tidak menarik, perputaran penjualan productnya cepat, tapi untungnya relatif kecil. Maka supaya bisnis ini menjadi menarik, maka akan lebih baik jika punya toko lebih dari satu
Pengelompokan ini bisa di jadikan alat untuk mengevaluasi kasus di atas, bagaimana kecepatan expansi perusahaan perorangan seperti " apotik mitra sana & intermedia" menjadi menarik untuk di cermati.
Karena kalau punya satu apotik saja atau satu toko buku & stationary menjadi tidak cukup menarik, tapi kalau punya lebih dari satu toko akan sangat indah.

Diskusi ini terlepas dari asumsi " KEKUATAN MODAL / CAPITAL"
Jika dari awal anda sudah memiliki modal lebih dari 10 M ke atas, anda mau buka toko sepuluh sekaligus tidak masalah, tapi akan bermasalah jika anda salah memilih jenis usaha anda ada di kelompok mana.

Selamat belajar



Viewer

Diberdayakan oleh Blogger.