RETAIL INTERMESO - SAHAM & MONYET

RETAIL INTERMESO - SAHAM & MONYET

Pagi ini saya belajar mengenai beberapa hal yang terkait dengan finance Engineering dari seseorang yang punya jam terbang memadai utk kapasitas beliau sebagai seorang CEO di beberapa perusahaan besar. Yang menarik untuk saya share kali ini adalah mengenai pasar saham. Beliau memberikan satu sudut pandang baru ( bukan baru tapi me remind) bagaimana pasar saham itu bekerja, yang dilakukan oleh para instrument di dalamnya. Pada titik tertentu pasar saham sangat menjanjikan tetapi pada satu titik dimana value dari per lembar saham tersebut sudah tidak masuk dalam logika maka sudut pandang ini menjadi sesuatu yang menari. Beliau mencontohkan dengan bahasa sederhana yang di umpamakan satu lembar saham itu = 1 ekor monyet.

" Pada suatu hari, datang seorang pria perlente ke suatu desa dengan membawa 1 ekor monyet. Dia mengumpulkan warga desa dan berkata " Saya butuh monyet jenis ini sebanyak 10 ekor, saya akan bayar per ekornya senilai Rp. 1 Juta". Maka warga desa berebut mencari monyet. Seminggu kemudian datang pria ini dan membayar 10 ekor monyet tersebut dgn harga yang dia janjikan dgn total nilai 10 juta rupiah.

" Pada minggu ke 3 pria itu datang lagi dengan membawa 1 monyet lagi. Setelah warga berkumpul, dia berkata " saya butuh monyet jenis ini sebanyak 30 ekor dan akan saya bayar seharga 1.5 juta per ekor. Maka dalam sehari warga tsb sudah membawa 30 ekor dan pria itu membayar hargan sesuai yang di janjikan. Dia membayar ke warga senilai 45 juta rupiah."

" satu bulan kemudian pria itu datang lagi dengan membawa seekor monyet lagi, dan berkata ke warga desa, saya butuh 100 ekor monyet lagi. Saya akan beli dengan harga  3 juta per ekor. Seluruh warga desa beramai2 mencari monyet yang dibutuhkan oleh pria tersebut. Ada warga yang beli 2 juta per ekor dgn harapan untung 1 juta, ada yang beli 2.5 juta per ekor dgn harapan untuk 500 ribu per ekor dll. Setelah terkumpul 100 ekor jika di rata2 warga belinya seharga 2.5 juta per ekor. Harapannya akan mendapatkan keuntungan 500 ribu per ekor jika pria perlente itu datang ke desa untuk membayar pesanan monyetnya."

" Pada saat yang sama, pria tersebut dengan menggunakan tangan orang lain menjual monyet miliknya sejumlah 1 monyet + 10 monyet + 30 monyet total 41 monyet yang rata2 harganya adalah 11 x 1 juta = 11 Juta + 30 monyet x 1.5 juta = 45 juta sehingga total monyet 41 monyet dgn modal = 56 juta dan dia jual ke warga2 dengan nilai 2.5 juta per ekor  sehingga dia mendapatkan sebanyak = 102.5 juta. sehingga dia untung 46.5 juta atau 86 persen untung."

Setelah warga mengumpulkan sebanyak 100 monyet yang di pesan, pria tersebut tidak pernah muncul lagi. Warga mendatangi alamat pria tersebut dan menemukan pria tersebut lagi duduk santai dan berkata. Sorry bapak2 aku bangkrut dan tidak bisa lagi beli monyet2 bapak/ibu sekalian. Warga desa tidak bisa apa2 dan terpaksa mereka ada yang menjual murah 500 ribu per ekor monyet adan yang masih tetep pelihara itu monyet berharap harganya naik di market/pasaran."

Whats a point dari cerita tersebut : 

  • Seperti itulah pasar saham bekerja
  • hati-hati dengan hot issue karena bisa jadi adalah issue tidak benar tetapi sengaja dibuat untuk menarik investor masuk kemudian harga akan turun lagi.
  • Bermain saham itu menarik, karena keuntungannya cukup menggiurkan tetapi resikonya besar sekali kalau anda tidak memahami bagaimana pasar saham itu bekerja.
  • Bermain saham jangan harus benar2 memahami kondisi perusahaan yang menerbitkan saham tersebut khususnya mengenai kondisi keuangan perusahaan tersebut. Berapa PER nya  ( Price earning Ratio) ada pula berapa Earning Per saham nya ( EPS), Bagaimana balance sheet perusahaan tsb ( Neraca), Dan financial report lainnya.
  • Dari point diatas, kita akan bisa lebih rational kapan masuk dan kapan keluar dari market, sehingga tidak terjebak seperti warga desa yang tergiur issue bahwa harga per ekor monyet menjadi 3 juta per ekor.
SELAMAT BELAJAR


0 komentar:

Poskan Komentar

Viewer

Diberdayakan oleh Blogger.