RETAIL UPDATE - KENAIKAN UMK/UMR BAGI BISNIS RETAIL

Usaha retail bank modern dan traditional adalah usaha padat karya. Penerapan teknologi terkini hanya bisa membantu efisiensi di back end. Pelayanan dari retailer ke konsumen di front line masih harus mengandalkan manusia. Dengan jam operational yang terbagi dalam 2(dua) shift@ 8 jam kerja tentunya membutuhkan sumber tenaga manusia yang mencukupi.

Kenaikan UMK (upah minimum kota) atau UMR (upah minimum regional) yang belakangan ini banyak di tuntut teman2 karyawan dengan kenaikan lebih dari 40% akan membawa dampak significant dalam bisnis retail indonesia. Biaya tenaga kerja dalam bisnis retail berkisar 5% sd 7 % dari penjualan. Kenaikan UMR ini dengan asumsi tetap tentunya akan menyebabkan porsi biaya tenaga kerja menjadi berkisar 7% sd 9 %. Jika di bandingkan dengan gross profit yang retailer dapatkan berkisar 13% sd 14 % tentunya akan menurunkan retailer punya profitabilitas.

Dari sisi lain tentunya sebagai sesama pekerja, kenaikan UMR ini disambut gembira karena akan membantu peningkatan kualitas hidup bagi tenaga kerja di golongan yang paling rendah (low level). Sedangkan bagi kalangan pekerja menengah ke atas yang gajinya sudah diatas UMR, tidak akan berdampak banyak akan tetapi akan terkena efek sampingannya. Jika bagi sebagian besar karyawan mendapatkan gaji diatas 10 % pada setiap pergantian tahun, mungkin bagi perusahaan retail akan sangat berat, karena beban yang harus di tanggung untuk menutup kenaikan upah di golongan bawah ini.

Jalan keluar bagi pengusaha retail untuk menyikapi kenaikan UMR tentunya relatif sama secara global : Melakukan efisiensi biaya di pos yang lain. Hanya saja dalam prakteknya akan cukup memeras pikiran, pos biaya mana yang harus di tekan dan pos biaya mana yang tetap harus dijalankan seperti rencana awal.

Reakasi dari retailer bisa bermacam-macam atas kenaikan UMR ini :

  • Apakah retailer akan menaikan harga barang yang dijual untuk mempertahankan tingkat profitablitas perusahaan?
  • Jika menaikan harga jual product, harus dicermati apakah semua pemain retail akan menaikan harga?
  • Kalau reaksi semua pemain berbeda2 tergantung kondisi perusahaan retail tsb, maka menaikan harga jual product akan menjadi bencana. Konsumen bisa beralih tempat belanja kepada retailer yang mempertahankan strategy harga jualnya.
  • Apakah mereka akan mengurangi ekspansi bisnisnya? jika itu dilakukan maka dampaknya adalah : berkurangnya penyerapan tenaga kerja dan tidak tercapainya skala ekonomi dalam bisnis retail yang juga bisa berdampak kerugian investasi yang sudah terlanjur di keluarkan.
Tidak ada pilihan bagi retailer untuk melakukan semua cara efisiensi untuk menutup biaya atas kenaikan UMR ini. Cutting cost strategy ini harus disemua lini dan menjadi kesadaran bersama di setiap organisasi perusahaan retail.

Kenaikan UMR ini berdampak positip dan negatip tergantung dari sudut pandang mana dan bagaimana retailer mengantisipasinya.

  • UMR naik --> Kualitas hidup meningkat
  • UMR naik --> daya beli masyarakat akan meningkat
  • Daya beli meningkat --> opportunity terjadi peningkatan penjualan
  • Peningkatan penjualan --> menutup kenaikan biaya akibat kenaikan UMR


Jadi, mari kita sikapi dengan baik, disetiap tantangan selalu ada opportunity baru yang muncul.

Selamat Belajar

0 komentar:

Poskan Komentar

Viewer

Diberdayakan oleh Blogger.