INDONESIA RETAIL - MODERN RETAIL VS TRADITIONAL RETAIL

INDONESIA RETAIL
Modern Retail Vs Traditional Retail

Perkembangan bisnis retail Indonesia saat ini, tidak bisa di lepaskan dari trend retail global. Dalam persaingan global, pengusaha retail disemua format dihadapkan kepada persaingan yang sudah tidak bisa di klasifikasikan dalam format persaingan yang sama. Misalnya jika retailer format minimarket maka pesaingnya hanya peritel dengan format yang sama. Misal penantang Indomaret di format minimarket bukan hanya Alfamart atau Carefour pesaingnya bukan saja Lotte Mart atau hypermart.

Global Competing :
~ With Everyone
~ From Everywhere
~ For Anything

Jadi semua pemain retail harus bersiap untuk bersaing di semua segment. Selama barang yang di jual baik sebagian atau seluruhnya sama, walau format usahanya berbeda, maka kita harus siap bersaing. Apakah Carefour (C4) - Format hypermartke adalah pesaingnya Indomaret ( Format minimarket) .. jawabnya " YA"

Bagaimana posisi peritel tradisional Indonesia. Kondisi usaha Retail Indonesia adalah salah satu yang terunik di Dunia. Penulis pernah mengunjungi beberapa negara dengan perkembangan bisnis retail yang lebih maju tapi tetap tidak ada yang se unik Indonesia. Sebagai perbandingan Thailand, pasar tradisonalnya sangat sedikit dan terkosentrasi hanya di beberapa tempat. Bagaimana Indonesia, Hampir di setiap perkampungan, di setiap komplek perumahan baik kelas menengah sampai atas, dapat di pastikan kita akan menemukan pemain retail perorangan. Warung ada dimana2, disetiap sudut jalan bisa kita temukan.

Market Share retail traditional baik berdasarkan data di Dept perdagangan maupun basil survey institusi independent ( Nielson atau dulu di kenal dengan AC Nielson) masih menguasai kurang lebih 70% dari total market. Besarnya market share retailer traditional ini harus mendapatkan perhatian dari semua pihak, bank sebagai peluang maupun perlindungan dari regulator di Indonesia.

Semua pihak baik pemerintah sebagai pembuat kebijakan maupun pengusaha retail modern selalu mendengungkan perlindungan kepada pasar tradional tanpa di ikuti sebuah realita yang mencerminkan " Perlindungan tersebut ". Saat ini penulis hanya melihat bahwa perlindungan yang gencar di dengungkan ke masyarakat masih terbatas baru " Membuat kebijakan/peraturan". Belum ada satupun yang mencoba bagaimana membantu pemain retail traditional ini dapat maju dan bersaing secara sehat dengan peretail modern yang kebanyakan berbentuk jaringan atau "Chain Store"

~ Bagaimana meng edukasi pemain retail traditional untuk dapat bersaing dgn modern retail
~ Apa saja kendala retail traditional saat ini, apakah permodalan, supply product ataukah pengetahuan.

YANG KITA LIHAT SAAT INI ADALAH MEMPERTENTANGKAN TRADITIONAL RETAIL VS MODERN RETAIL TANPA ADA SOLUSI NYATA

Perkembangan retail modern tidal bisa di hentikan karena market/pasar/konsumen sendiri berubah. Kebutuhan konsumen/pola belanja/prilaku belanja berubah. Perubahan ini sudah dapat di antisipasi oleh pelaku retail modern tetapi tidak oleh pelaku retail tradional.

Sektor swasta pun sebetulnya tidak tinggal diam, salah satu yang menarik untuk dicermati adalah perhatian pelaku usaha retail mikro/traditional oleh salah satu institusi yaitu PT. RUMA. PT Ini secara aktip membuka peluang usaha mikro/ukm salah satunya sektor retail tradional untuk bisa berkembang lebih baik. Informasi mengenai proses edukasi yang di berikan oleh institusi ini dapat di lihat di alamat www.ruma.co.id dengan mengedepan visi sebagai : SOCIAL ENTERPRISE



0 komentar:

Poskan Komentar

Viewer

Diberdayakan oleh Blogger.