RETAIL SECRET - PROFIT & LOSS (RUGI-LABA) BUKANLAH SATU-SATUNYA

Retail Secret - Cash Flow Management

Bagi kebanyakan perusahaan, profit & loss atau yang lebih di kenal dengan Rugi-Laba adalah indicator utama dalam menilai sebuah perusahaan di bilang sukses dan bertumbuh atau tidak. Profit & Loss bisa di mainkan. Apakah mau dibuat rugi atau profit, atau rugi sedikit atau banyak dll, walau hal tsb juga menjadi indicators penting perusahaan.
Tetapi dalam perusahaan retail, khususnya retail consumer goods, ada salah satu indicators yang tidak kalah pentingnya, tetapi sangat jarang sekali di open bahkan ke kalangan internal. Indicators ini biasanya hanya di pegang oleh Finance division untuk konsumsi owner dan pimpinan tertinggi sebuah perusahaan retail. Indicators tsb di kenal dengan nama : " Cash Flow Management "atau " cash flow statement"

Secara konsep cash flow ( Aliran arus kas ) management dapat di pisahkan menjadi beberapa bagian :


  • Cash flow from operation ( Arus kas dari operational perusahaan)
    • Cash Collected from customers (penjualan)  - Cash Paid to suppliers (hutang dagang) - Operating cash out flows (biaya2) - Cash tax payments
    • Positip atau negatip.
    • Catatan :
      • Cash paid to suppliers (hutang dagang) ini adalah kuncinya. ( KEY POINT)
      • Ketikan retailer beli product maka rata2 akan mendapatkan TOP ( Term Of Payment atau Jangka waktu bayar) sejumlah hari tertentu. Misal : TOP = 45 Hari semenjak barang di terima misalnya.
      • Pada saat H+1 dari barang di terima, maka sudah ada penjualan atas barang tersebut, sedangkan retailer belum waktunya bayar. 
      • TURN OVER PRODUCT : Perusahaan retail yang heat adalah perusahaan retail yang mempunyai turn over product jauh lebih cepat daripada TOP. 
      • Bisa di bayang kan kalau TOP  ( Term Of Payment ) = 45 hari sedangkan TOP ( Turn Of Profuct) nya 10 hari.
      • Artinya ada selisih 35 hari penjualan cash in yang di pegang oleh perusahaan retail. Untuk skala retailer besar, maka valuenya luar biasa besar bisa mencapai ber milyar2 dan bisa di pergunakan untuk hal productip lainnya yang bisa menjadikan dana endapan selama 35 hari tsb mempunyai multiflier efect.
      • Perusahaan retail yang mempunyai TOP (term of payment) lebih kecil dari TOP ( turn of product) adalah perusahaan retail yang gagal mengelola Arus Kasnya ( Stupid Cash Flow Management)
  • Cash Flow From Financing Receipts ( Arus kas dari penerimaaan pengelolaan dana perusahaan)
    • Receipts from new stock issue ( Penerbitan saham baru) + Increased Borrowing ( Kenaikan jumlah pinjaman) - Investment activities  ( Investasi baru oleh perusahaan) - Repayment of Debt principal (Pembayaran hutang modal) - comment stock divident payment ( Pembagian keuntungan kepada pemegang saham)
    • Catatan :
      • Cash flow from financing activities ini relative lebih terjaga dan rata2 adalah aktivitas long term ( jangka waktunya panjang)


Dengan mempelajari pola Cash flow ini, maka anda bisa memperkirakan  seberapa kuat dan besarnya sebuah perusahaan retail.

Untuk mempelajari hal ini lebih jauh, temen2 bisa baca buku yang memuat apa yang disebut : BASIC FINANCIAL MANAGEMENT. Buku yang cukup komplit mengulas kekuatan Cash Flow Management yang saya suggest adalah : BASIC FINANCIAL MANAGEMENT terbitan  PRENTICE HALL INTERNATIONAL, karangan  Arthur J Keown.

BISNIS RETAIL BERTUMPU PADA KEKUATAN CASH FLOW MANAGEMENT.
Selamat belajar.
Salam

1 komentar:

tulisanpunberceritaaa** mengatakan...

kita juga punya nih jurnal mengenai laba dan rugi perusahaan, silahkan dikunjungi dan dibaca , berikut linknya http://repository.gunadarma.ac.id/bitstream/123456789/3468/1/JURNAL%20_21205189__2.pdf
semoga bermanfaat yaa :)

Poskan Komentar

Viewer

Diberdayakan oleh Blogger.